• Thu. Oct 22nd, 2020

Fakta Tentang Kehamilan Ektopik

Fakta Tentang Kehamilan Ektopik

Fakta Tentang Kehamilan Ektopik yang Bisa Menyerang Wanita

Fakta Tentang Kehamilan Ektopik

Istilah kehamilan ektopik mungkin masih asing di telinga banyak orang tetapi ketika. Disebut dengan hamil anggur atau hamil di luar kandungan pasti sudah.

Banyak yang paham. Ya, memang sebenarnya kedua istilah tersebut maksudnya sama. Hanya bedanya hamil ektopik digunakan sebagai bahasa ilmiah.

Secara medis dalam kedokteran Sedangkan orang awam lebih sering menyebutnya. Dengan istilah hamil anggur atau hamil di luar kandungan Kehamilan.

Terjadi di luar kandungan bisa terjadi pada wanita mana saja jadi memang kita. Harus selalu waspada dan siap terhadap kemungkinan tersebut. Pada kasus ini umumnya janin tidak mudah untuk dipertahankan kebanyakan akan mengalami keguguran.

Kehamilan yang terjadi di luar kandungan tersebut akan lebih besar kemungkinan terjadinya. Pada masa awal atau trimester pertama. Malah bisa jadi akan dialami pada minggu-minggu pertama masa kehamilan ibu.

Sebenarnya apakah kehamilan luar kandungan atau ektopik itu. Bagaimana bisa terjadi dan apa saja gejalanya? Temukan semua jawabannya dibawah ini.

Fakta Seputar Kehamilan Ektopik atau Kehamilan Luar Kandungan

Penyebab Terjadinya

Kehamilan yang terjadi di luar kandungan akan terjadi ketika pembuahan sel telur oleh sperma tidak pada tempat yang seharusnya. Dalam kasus kehamilan normal pembuahan terjadi di tuba falopi kemudian akan berpindah ke rahim untuk tumbuh menjadi janin.

Sedangkan ibu yang mengalami hamil di luar kandungan setelah proses pembuahan kemudian tidak terjadi proses perpindahan ke rahim. Sel telur yang telah dibuahi terus menempel pada tuba fallopi dan tumbuh disana.

Tanda-tanda Hamil Ektopik

Diantara 50 wanita hamil kemungkinan 1 diantaranya akan mengalami kehamilan ektopik. Itulah sebabnya sebagai wanita kita harus selalu waspada dan sebaiknya mengetahui apa saja tanda-tanda dari kehamilan di luar kandungan tersebut. Inilah beberapa diantaranya.

▪ Terjadinya pendarahan ringan pada vagina selama masa kehamilan.

▪ Merasakan mual dan juga muntah.

▪ Terjadinya nyeri pada perut bagian bawah dan juga kram pada bagian yang sama.

▪ Rasa nyeri pada leher, pundak, rektum atau hanya pada1 sisi tubuh saja.

▪ Rasa pusing dan lemas.

▪ Terkadang pingsan meskipun jarang terjadi.

Segeralah untuk memeriksakan kehamilan ke dokter ginekolog jika Anda mengalami satu atau lebih dari gejala di atas agar bisa segera diatasi.

Faktor Resiko

Ada beberapa hal dan kondisi yang bisa menyebabkan ibu mengalami kehamilan ektopik. Yang termasuk dalam faktor resiko tersebut antara lain adalah :

▪ Konsumsi obat penyubur.

▪ Kebiasaan merokok sebelum hamil.

▪ Kegagalan dalam operasi steril untuk mencegah kehamilan.

▪ Pernah menderita penyakit menular seksual sebelumnya seperti gonore atau klamidia.

▪ Pernah mengalami hamil di luar kandungan.

▪ Memasang IUD sebagai alat kontrasepsi.

▪ Pernah mengalami peradangan pada pelvis.

▪ Terjadinya gangguan atau masalah pada tuba fallopi.

Pencegahan dan Pengobatan

Sebenarnya Anda tidak perlu merasa cemas secara berlebihan karena kita bisa melakukan tindakan pencegahan dengan menurunkan faktor resikonya. Apa sajakah itu?

▪ Hindari merokok saat merencanakan kehamilan.

▪ Lakukan konsultasi dengan dokter saat berencana untuk hamil termasuk tentang obat-obatan apa saja yang boleh dikonsumsi selama kehamilan.

▪ Rutin melakukan konsultasi dan pemeriksaan kandungan pada dokter.

Sedangkan pengobatan pada kasus kehamilan ektopik biasanya akan dilakukan melalui beberapa metode. Sebagai contoh adalah pemeriksaan pada pelvis, USG untuk mengetahui kondisi dalam rahim.

Melakukan tes darah yang fungsinya untuk mengetahui kadar hormon pada ibu yang sedang mengandung. Tentu saja semua tindakan di atas harus dilakukan oleh dokter spesialis kandungan.